Hidangan goreng adalah
yang paling populer. Kerenyahan dari makanan yang satu ini yang membuat salah
satu jenis makanan ini memiliki banyak penggemar.
Beberapa orang bahkan
menikmati tetesan minyak di goreng yang digigit! Padahal, gorengan dianggap
buruk bagi kesehatan, lho. Minyak yang kaya di dalamnya dapat meningkatkan
kolesterol dan menyebabkan radang tenggorokan hingga radang.
Tapi, saatnya
meninggalkan gorengan yang enak? Jangan khawatir, kami akan memberi tahu Anda
tips menggoreng yang lebih sehat. Digoreng dengan cara ini, hasil masakannya
tetap enak tapi jauh lebih sehat. Apa saja tipsnya?

Ubah Penggorengan
Menjadi Wajan Antilengket
Biasanya kita
menggunakan deep frying pan atau biasa disebut wajan saat menggoreng makanan.
Bentuk cekung ini membutuhkan lebih banyak minyak. Selain itu penggorengan
tidak dibuat dengan bahan anti lengket, jadi jika gorengan tidak lengket harus
diberi minyak yang banyak terlebih dahulu.
Tips pertama menggoreng
lebih sehat adalah mengganti penggorengan menjadi wajan antilengket. Lapisan
antilengketnya membuat bahan yang dimasak tidak akan menempel, jadi anda tak
perlu banyak memberi minyak. Permukannya yang datar membuat masakan matang
lebih rata dan tentunya tak perlu menggunakan banyak minyak.
Racik Adonan Pencelup
Dengan Benar
Biasanya masakan yang
digoreng suka dilapisi dengan adonan tepung yang renyah. Meskipun menambah
kenikmatan, ternyata lapisan tepung ini justru menyerap minyak lebih banyak.
Jika perlu gunakan minyak Tropicana slim, karena Harga Minyak Tropicana Slim juga tidak jauh berbeda dengan minnyak biasa.
Untuk menghindari
gorengan dengan lapisan tepung yang tidak terlalu berminyak, racik adonan pencelup
dengan benar. Perhatikan kekentalan adonan pencelupnya. Dibuat terlalu kental,
saat digoreng tentu waktu memasaknya menjadi lebih lama. Adonan tepung yang
banyak ini juga lebih banyak menyerap minyak.
Prinsipnya, semakin
cair adonan pencelup, matangnya akan lebih cepat tapi terkadang tidak terlalu
menempel pada makanan. Jadi, racik adonan pencelup yang kekentalannya sedang,
tetap menempel pada makanan tapi matangnya cepat.
Tambahkan baking Soda
Dalam Adonan Tepung
Trik lain untuk membuat
adonan pencelup pada gorengan adalah menambahkan baking soda dalam adonannya.
Baking soda membantu adonannya lebih mengembang saat digoreng. Cara ini juga
dipercaya dapat melepaskan gelembung-gelembung yang ada pada makanan saat
digoreng.
Gelembung-gelembung
inilah yang banyak menyerap minyak. Selain menggunakan baking soda, kita bisa
menggantinya dengan minuman soda tawar. Menambahkan baking powder atau minuman
soda tawar dalam adonan pencelup sering digunakan dalam adonan pelapis fish and
chips . Hasil gorengannya jadi lebih mengembang, tetap renyah dan tidak terlalu
berminyak.
Gunakan Minyak Zaitun
Untuk menggoreng,
banyak yang menggunakan minyak sayur. Selain mudah didapat, harga minyak sayur
juga lebih murah. Tapi, minyak ini justru yang paling tidak sehat jika
dikonsumsi terlalu sering. Karena itu, mulai sekarang kita harus mencari
alternatif minyak lain untuk menggoreng yang lebih sehat. Salah satu pilihan
minyak sehat adalah minyak zaitun.
Bahkan sebuah
penelitian telah menyebutkan bahwa kandungan nutrisi dalam minyak zaitun tidak
banyak berubah meski sudah dipanaskan. Tapi, kalau mau memasak dengan minyak
zaitun suhunya harus tepat dan tidak terlalu panas, ya.
Gunakan Cooking Spray
Kadang kita menggunakan
minyak atau margarin supaya makanan tidak lengket di wajan. Seiring dengan
perkembangan zaman dan tingkat kesadaran masyarakat untuk hidup sehat yang
semakin tinggi, kini muncul produk yang dapat menggantikan minyak, yakni
cooking spray.
Seperti namanya,
cooking spray ini disemprot di atas wajan sebagai pengganti minyak goreng.
Hebatnya, kini sudah banyak cooking spray yang tidak mengandung kolestrol,
lemak jenuh dan kalori.
Penggunaan cooking
spray ini bisa mengganti penggunaan minyak untuk membuat tumisan atau
memanggang dengan pan seperti membuat pancake. Makanan tetap nikmat tapi tanpa
minyak jahat yang mengganggu.
Takar Minyak Sesuai
Bahan Yang Digoreng
Masih banyak orang yang
menggoreng tanpa memperhatikan takaran minyak yang tepat. Ingat, semakin banyak
minyak yang digunakan, semakin banyak minyak yang terserap dalam makanan dan
kita konsumsi. Karena itu, kenali bahan-bahan yang kita masak dan takar ulang
minyak yang digunakan.
Misalnya saat memasak
makanan dengan kocokan telur. Telur menyerap banyak minyak jadi kalau mau
memasak masakan yang ada kocokan telurnya, sebaiknya jangan menggunakan minyak
terlalu banyak.
Masakan yang
menggunakan kocokan telur seperti perkedel harus dijaga jumlah minyaknya. Lagi
pula, tak enak, kan, memakan perkedel dengan minyak yang terlalu banyak?
Jangan Gunakan Minyak Berkali-Kali
Semakin sering minyak
digunakan, semakin rendah kandungan gizinya tapi kandungan lemak jenuhnya
justru makin meningkat.
Jika masak sendiri,
kita bisa memperhatikan penggunaannya, tapi bagaimana jika membeli makanan di
luar? Perhatikan saja kejernihan minyaknya. Jika minyaknya sudah pekat, berarti
sudah digunakan berkali-kali, jadi sebaiknya urungkan niat jajan di luar dan
buat saja gorengan yang lebih sehat sendiri di rumah.





